Page 26 - MATAHARI TERBIT DIATAS SERIBU BUKIT- 2023
P. 26
Wibowo menjelaskan, konstruksi bangunan Joglo Citakan tersebut
berbahan kayu jati. Namun berdasarkan cerita yang telah diwariskan turun
temurun, ketika Joglo Citakan didirikan tahun 1750, ternyata joglo tersebut
bukan bangunan baru tetapi membeli joglo sudah ada, Joglo tersebut ternyata
berasal dari Kajar yang dimiliki oleh Tuan Kajar.
"Bergaya khas Mataraman karena Yin Yangnya sangat terlihat keutuhannya,"
ungkapnya.
Di dalam Joglo Citakan masih banyak benda-benda bersejarah yang
masih terjaga keasliannya. Selain ada lampu yang masih original, ada juga
Gongso (Gong) di mana secara arsitektur biasanya berbentuk Nogoro (Naga)
namun Gongso di Joglo Citakan berbentuk Buaya, dan itu diyakini nyaris sama
dengan Gamelan Pusaka Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat, Guntur Geni.
Awalnya, ada seperangkat Gamelan yang diwariskan oleh Ki Demang wono
Pawiro. Namun karena keturunan Demang Wono Pawiro yaitu Panji Harjo
Pawiro yang menikah dengan Roro sudarmi memiliki 11 anak maka seperangkat
Gamelan tersebut dibagi menjadi 11. Di rumah utama tersebut tinggal beberapa
bagian yang lantas dilengkapi meskipun berbahan besi.
Pada bagian dalam ada rumah limasan yang berisi Brancakan (tempat)
Gongso berbahan Perungcu kirana Majapahit. Meja kecil yang masih original di
masa lalu keramik louhang serta ada juga Kastok (cermin) yang juga masih
original.
Ada juga dua lukisan masing-masing Lukisan eyang Simongali dan
Wayang. Lukisan Eyang Simongali menyimbulkan kemampuan menundukan
nafsu dengan yang dimaksud. Serta Lukisan Wayang dalam kaca abad 17.
Di bagian tengah ada Pendaringan atau tempat tidur istimewa. Di masa
lalu biasanya merupakan tempat eksluksif bulan madu bagi pengantin baru. Di
samping itu juga masih ada Jodang atau tempat membawa makanan. Di mana
dari klaster sosial tertentu Jodang sering digunakan untuk membawa peralatan,
mem;awa makanan hajatan dengan cara dipikul.
Matahari Terbit
13 Diatas Seribu Bukit
Sejarah Pergerkan Muhammadiyah Gunungkidul