Page 25 - MATAHARI TERBIT DIATAS SERIBU BUKIT- 2023
P. 25

Demikian juga genteng masih ada beberapa yang utuh, asli sejak dahulu belum
           diganti.

                  Berdasarkan  penelusurannya  selama  5  tahun, Joglo  Citakan tersebut
           didirikan oleh Ki Bagus Damar Wonopawiro sekitar tahun 1750. Ki Bagus Damar
           Wonopawiro  merupakan  sebutan  dari  Wono  Pawiro  sebelum  mendapatkan

           gelar Demang dari Kasultanan Ngayogyakarto Hadiningrat.
           Bangunan  tersebut  berwujud  arsitektur  joglo  mataram.  Dari  sisi  soko  guru
           sudah  mulai  rapuh  dan  tahun  2000  lalu  sudah  diganti  dengan  alasan

           mempertahankan kekokohan bangunan. Demikian penanggap soko penitih juga
           sudah dirubah. Joglo tersebut awalnya berada di bagian belakang rumah utama
           namun karena relevanysinya lebih rendah maka dipindah ke bagian depan pada

           1970.
                  Bangunan Joglo Citakan tersebut awalnya bagian depan adalah lintring

           kemudian  Joglo,  pringgitan,  limasan  dan  sebelahnnya  kampung  memanjang.
           Atas kepentingan waris diubah dan Joglo dipertahankan di mana ada pintu yang
           masih disimpan di belakang sebagai bukti otentik.

                  Di  pintu  depan  ada  dua  cakruk  (gardu)  di  mana  masing-masing  ada
           tempat tidur di sisi kanan kiri. Kemudian ada gerbang gapuran serta ada tempat

           penambatan kuda. Namun karena lapuk dimakan usia maka bangunan tersebut
           kini sudah tidak ada lagi.
           "Joglo ini ada penambahan ada lintring dan limasan meski tidak otentik demi

           kepentingan waris. Originalnya itu disimpan," tambahnya.
           Ia menyebutkan, bangunan tersebut didirikan tahun 1750 sama dengan Pasar

           Pahing  Piyaman  I.  Kemudian  pengelolaan  putera  tunggal  Mangunpawiro,
           Demang terakhir Piyaman. Dari Mangunpawiro jatuh ke putera ketiganya yaitu
           Kartosuwito dan kemudian diwariskan  ke putra kedua Rakidin Prawiro Miyarjo.

           Kemudian   diwariskan  ke  Giyono  Dwijo  Sumarto  terus  ke  Basuki  Wibowo
           Raharja atau dirinya.





                                  Matahari Terbit
     12                           Diatas Seribu Bukit
                                             Sejarah Pergerkan Muhammadiyah Gunungkidul
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30