Page 21 - MATAHARI TERBIT DIATAS SERIBU BUKIT- 2023
P. 21
macam, yaitu otentisitas (keaslian sumber atau), dan kredibelitas (kritik
interen) yaitu mengecek apakah isi yang terdapat dari sumber data tersebut
valid atau tidak. Pelbagai data yang telah lolos kedua kritik tersebut
kemudian menjadi fakta. Jadi fakta adalah data yang sudah terseleksi.
4. Seterusnya penulis melakukan Interpretasi (Penafsiran) Setelah pelbagai
fakta hal ini dilakukan dalam angka merangkai alur agar mempunyai bentuk
dan struktur. Jadi, fakta yang ada ditafsirkan sehingga ditemukan struktur
logisnya berdasarkan fakta-fakta yang ada. Penafsiran inilah sering disebut
sebagai biang subyektifitas. Sebagaian itu benar, tetapi sebagian salah.
5. Penulisan (Historiografi) Setelah berhasil melakukan penafsiran, penulis
dalam menyusun buku ini juga memperhatikan aspek kronologi karena
penulis sadar bahwa tulisan buku ini bukan hanya untuk diri sendiri, akan
tetapi untuk dibaca orang lain terutama bagi para pelopor, pelangsung dan
penyempurna amal usaha gerakan Muhammadiyah di kabupaten
Gunungkidul Oleh karena itula penulis perlu mempertimbangkan struktur
dan gaya bahasanya.
D. Sistimatika Penulisan
Agar supaya runtut dalam penuturan sejarah ini maka penulis membuat
sistimatika penyajian mulai dari bagian satu tentang prolog yang
membicarakan pentingnya sebuah sejarah bagi kehidupan, bagian kedua
membahas tentang Gunungkidul tempo dulu yang berisikan sejarah sekilas
berdirinya Gunungkidul, nama-nama bupati dan nama-nama
kecamatan/kapanewon, mengenal logo Gunungkidul dan masuknya agama
Islam di Gunungkidul dibuktikan dengan berdirinya masjid-masjid bersejarah
yang ada di Gunungkidul, bagian ketiga Matahari bersinar di atas Bumi yang
akan membahas tentang jejak awal Muhammadiyah berdiri, mengenal lirik
Mars sang Surya, mengenal lambang Muhammadiyah, mengenal organisasi
Otonom Muhammadiyah, sang Matahari mulai menggelobal, dan mengenal
Matahari Terbit
8 Diatas Seribu Bukit
Sejarah Pergerkan Muhammadiyah Gunungkidul